Lalat

Lalat adalah serangga terbang yang sangat tertarik pada sampah, kotoran, dan sisa makanan, serta dikenal sebagai penyebar bakteri yang cepat berkembang biak dalam jumlah besar.

Biologi Lalat

Martin Cooper from Ipswich, UK, CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0), via Wikimedia Commons
  • Lalat rumah (Musca domestica) memiliki alat mulut tipe menjilat-menghisap (sponging); lalat meneteskan air liur berenzim ke permukaan makanan untuk mencairkannya sebelum dihisap kembali.
  • Kaki lalat memiliki reseptor rasa (chemoreceptor) sangat sensitif, sehingga lalat dapat “mencicipi” makanan hanya dengan hinggap di atasnya.
  • Seekor lalat betina dapat bertelur hingga ratusan butir sepanjang hidupnya, biasanya pada bahan organik yang membusuk.

Lingkungan Hidup

  • Tempat sampah, sisa makanan yang membusuk, kotoran hewan, dan area lembap serta kotor lainnya.
  • Lalat sangat mudah berpindah dari sumber kotoran ke permukaan makanan dalam waktu singkat.

Siklus Hidup

Siklus hidup lalat meliputi telur – larva (belatung) – pupa – dewasa, dan dapat selesai hanya dalam 7-10 hari pada kondisi hangat dan lembap.

Ani Martani, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), via Wikimedia Commons

Resiko Penyakit

Penyebar bakteri patogen seperti E. coli dan Salmonella, serta penyebab disentri maupun kolera melalui kontak permukaan makanan dan peralatan makan.

Metode Pengendalian

Pengendalian lalat dapat dilakukan dengan cara non kimiawi seperti penggunaan perangkap lampu (light trap), tindakan sanitasi/penanganan sampah yang baik, pemasangan tirai udara, pemasangan kasa anti serangga pada jendela, pintu dan tempat-tempat masuk.

Pengendalian lalat metode kimiawi dapat dilakukan dengan cara aplikasi larvisida untuk membunuh larva atau pembunuhan lalat dewasa dengan metode spraying residual pada permukaan, spraying ruangan/space spraying atau pengumpanan/baiting.

Layanan Terkait

Scroll to Top