Nyamuk

Nyamuk adalah serangga terbang penghisap darah yang menjadi vektor berbagai penyakit berbahaya, sehingga pengendaliannya sangat penting bagi kesehatan lingkungan rumah maupun area publik.

Biologi Nyamuk

Wee Hong, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), via Wikimedia Commons
  • Spesies penting di Indonesia: Aedes aegypti (vektor DBD, chikungunya, zika), Anopheles sp. (vektor malaria), dan Culex sp. (vektor filariasis dan Japanese encephalitis).
  • Hanya nyamuk betina yang menghisap darah karena protein darah dibutuhkan untuk pematangan telur; nyamuk jantan hanya memakan nektar tumbuhan.
  • Nyamuk mendeteksi calon inang dari jarak jauh melalui karbon dioksida hasil pernapasan, panas tubuh, dan senyawa kimia pada keringat.

Lingkungan Hidup

  1. Aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan wadah tanpa tutup.
  2. Anopheles sp. menyukai genangan air di persawahan/rawa, sementara Culex sp. berkembang biak pada air kotor seperti selokan.

Siklus Hidup

Seluruh siklus hidup nyamuk (telur – jentik/larva – pupa – dewasa) berlangsung di dalam air, dan dapat selesai hanya dalam 7-10 hari pada kondisi optimal.

Resiko Penyakit

  • Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya, zika, hingga filariasis (kaki gajah) dan Japanese encephalitis.
  • Menurut data WHO dan CDC, penyakit yang ditularkan nyamuk menyebabkan ratusan ribu hingga lebih dari 700.000 kematian manusia setiap tahun secara global, menjadikan nyamuk salah satu hewan paling mematikan bagi manusia.

Metode Pengendalian

Nyamuk akan selalu menjadi masalah sepanjang tidak ada upaya modifikasi lingkungan dengan upaya proofing dan sanitasi yang baik. Untuk mengatasi hama nyamuk, kami memberikan saran sebagai berikut :

  1. Sistem proofing; pastikan bangunan memiliki sistem proofing yang baik, misalnya pemasangan kawat kasa nyamuk, penggunaan air curtain dan pintu dan jendela selalu tertutup bila tidak diperlukan.
  2. Sanitasi area dalam; penempatan tata ruang yang rapih dengan ventilasi cahaya dan udara yang cukup. Gantungan pakaian, tumpukan barang, ban bekas, genangan air pada pot tanaman akan menjadi tempat persembunyian nyamuk.
  3. Sanitasi area luar; pastikan tidak ada genangan air pada selokan/got, kebersihan tanaman, semak, tatanan garden yang terlalu rimbun, genangan air yang tidak ada ikannya (pot tanaman teratai) kondisi ini akan mengundang nyamuk.

Apabila karena alasan tertentu ketiga tahapan di atas masih belum/sulit dilaksanakan, maka tindakan pest control rutin memang masih diperlukan.

Layanan Terkait

Scroll to Top