Tikus

Tikus adalah mamalia pengerat yang menjadi hama utama di rumah tinggal, gudang, restoran, hingga area komersial. Kemampuan reproduksinya yang cepat serta potensinya merusak barang dan menyebarkan penyakit membuat tikus perlu dikendalikan secara serius.

Biologi Tikus

George Shuklin, CC BY-SA 1.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/1.0), via Wikimedia Commons
  • Spesies umum di Indonesia: tikus got (Rattus norvegicus), tikus rumah/atap (Rattus rattus), dan mencit rumah (Mus musculus).
  • Gigi seri tikus tumbuh terus-menerus sepanjang hidup, sehingga tikus wajib mengerat benda di sekitarnya — termasuk kabel listrik dan material bangunan — agar giginya tidak terus memanjang.
  • Indra penciuman, pendengaran, dan perabaan (kumis/vibrissae) sangat tajam, memungkinkan tikus bergerak lincah dan menghafal jalur di tempat gelap maupun sempit.

Lingkungan Hidup

  1. Selokan, saluran pembuangan, celah dinding, plafon/atap, gudang penyimpanan, dan area dekat sumber makanan serta air.
  2. Tikus menghindari area terbuka dan lebih memilih bergerak di sepanjang tepi dinding (runway) saat berpindah tempat.

Siklus Hidup

  • Masa kehamilan tikus singkat, sekitar 21 hari, dengan satu induk dapat melahirkan 6-12 anak sekali kelahiran.
  • Tikus dewasa dan siap berkembang biak dalam 2-3 bulan, serta dapat beranak berkali-kali dalam setahun sehingga populasi meningkat sangat cepat bila tidak dikendalikan.

Resiko Penyakit

  • Vektor penyakit seperti leptospirosis, salmonellosis, hantavirus, dan pes (plague) yang menular melalui air seni, gigitan, atau kontaminasi makanan.
  • Gigitan pada kabel listrik berisiko menimbulkan korsleting dan kebakaran, selain kerusakan dokumen, stok barang, dan kemasan produk.

Metode Pengendalian

1. Sanitasi
Perbaikan sanitasi adalah salah satu cara yang terbaik di dalam mengendalikan hama tikus dengan menghilangkan sumber makanan tikus. Sisa-sisa makanan (sampah) sebaiknya dimasukkan ke dalam kantung plastik yang diikat dan disimpan di dalam bak tertutup sebelum diangkut ke pembuangan akhir. Bahan makanan disimpan ditempat yang tertutup jauh dari jangkauan tikus.

2. Trapping
Bisa menggunakan live trap atau glue board trap, cocok untuk area yang rawan terjadi kontaminasi atau dilarang menggunakan umpan beracun.

3. Bait /umpan
Pengendalian hama tikus menggunakan bahan kimia / rodentisida yang diformulasikan dengan bahan campuran umpan yang disesuaikan dengan jenis tikus sehingga cukup menarik bagi tikus.

Layanan Terkait

Scroll to Top